Hari itu gue diajak lead gue meeting dengan klien biasalah untuk membahas bisnis atau kerjaan. Sebelum meeting seperti biasa; gue mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibahas, dokumen apa saja yang disiapkan dan lain-lain. To be honest, gue paling seneng kalo diajak meeting dengan klien. Apalagi kalo meeting diluar kantor soalnya ditraktir makan dan minum. Hehe maaf ya, pisss.
Ok, semuanya sudah siap. Let's go!
"Virda, jangan lupa bawa sedotan ya", ucap lead gue sambil berjalan dengan gue.
Mendengar ucapan lead gue itu, gue diam dan berpikir sejenak mengenai kalimat tersebut. Fokus gue hanya ke benda yang disebutkan itu; sedotan. Berhubung mau meeting di tempat ngopi gitu, gue sempat berpikir dalam batin gue, "Emangnya disana gaada sedotan ya ?".
"Sedotan buat apaan Bu ?", tanya gue dengan muka polos dan ketidaktauan gue. Lebih baik bertanya daripada gue kebingungan eh tersesat.
"Fungsi sedotan itukan untuk nyedot atau diserap minumannya. Maksudnya kalo meeting, disedot atau diserap ilmunya biar gak sia-sia.", jelas lead gue.
Ilmu disini maksudnya adalah sesuatu yang positif ya.
Baiklah, akhirnya gue mengetahui maksud dari kalimat tersebut. Gue coba untuk implementasikan kalimat itu, ternyata bukan sekadar kalimat aja. Mengimplementasikannya bukan hanya pada saat meeting aja, semisal seperti gue yang masih berstatus mahasiswa (hehe) kalimat itu gue pake setiap gue mau kuliah sabtu-minggu. "Ohiya, bawa sedotan", ucap gue dalam batin. Kalimat itu membuat gue lebih fokus dalam belajar dan menghargai dosen yang udah menjelaskan materi.
Secara gak sadar, sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang alamiah cuma kebanyakan dari kita kurang menyadarinya. Setiap harinya kita melakukan aktivitas, berinteraksi dengan sesama tapi kita kurang menyadari bahwa aktivitas yang kita lakukan itu ada ilmu dan manfaat!
Contoh; pernah gak kalian berpikir, ketika dulu kita sekolah. Berangkat pagi pulang sore hanya demi menuntut ilmu. Nahan ngantuk di siang hari demi dengerin guru ngejelasin pelajaran di papan tulis. Tapi pas sampe rumah malah gak tau apa yang dipelajari disekolah. Itu artinya lo gak bawa sedotan! Guepun baru menyadari hal itu. I have been there, piss!
Ibarat pepatah; masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Mungkin benda itu sepele tapi memiliki makna yang bagus dan bermanfaat pastinya. Bayangkan aja, semisal kita pergi ke suatu seminar, kuliah atau rapat dan lain-lain mungkin kita menyimak materi yang disampaikan. Tapi apakah kita menyerap materi yang disampaikan ? Belum tentu.
Sia-sia waktu udah yang dilewatkan, gak ada ilmu yang didapat dan yang terjadi hanya blank space.
Karena itu,
Jangan lupa bawa sedotan! Hihi.
Comments
Post a Comment