Skip to main content

Posts

Tuhan, mengapa secepat ini?

Sebelum kalian membaca tulisan ini lebih dalam, gue akan memberikan catatan terlebih dahulu bahwa tulisan ini tidak ada maksud untuk menyombongkan atau memamerkan diri. Tulisan ini hanya sebatas memberikan motivasi dan juga semangat kalian yang membaca.  -- Masing-masing dari kalian pasti punya impian atau cita-cita yang ingin dicapai dan diwujudkan di dalam kurun waktu tertentu atau batas waktu. Tapi pernah nggak kepikiran bahwa semua (sebagian besar) impian dan cita-cita yang ditulis atau direncanakan itu terwujud lebih cepat dari kurun waktu yang sudah ditentukan?  Gue masih inget pas lulus SMK, nulis beberapa impian dan juga cita-cita yang harus dicapai dalam kurun tertentu. Dan sebagian besar impian itu sudah terwujud. Lebih cepat. Yang seharusnya impian terwujud 5 tahun setelah lulus SMK atau 5 tahun setelah lulus kuliah tapi terwujud saat ini juga.  Setelah lulus kuliah gue punya impian bekerja sebagai Admin staff dengan gaji X. Di usia 19 tahun, sudah terceklist b...
Recent posts

Rasanya jadi ibu rumah tangga

Seharian ini gue rajin sekali dan banget. Menaati perintah yang emak gue kasih. Pertama, bangun pagi. Rasanya sulit banget. Tapi itu yang dilakukan seorang emak setiap harinya. Bahkan bisa bangun pagi tanpa alarm. Sedangkan gue tetap aja tidur walaupun udah masang alarm dan dibangunin sama emak atau bapak. Biasanya gue bangun pagi cuma buat shalat subuh abis itu tidur lagi. Pagi-pagi biasanya emak gue masak air biar mateng, nyuci piring. Masih pagi kerjaan udah banyak aja. Sedangkan gue disuruh nyapu aja kadang banyak ngeluh, banyak alasan. Kedua, pergi ke pasar. Ini adalah bagian yang paling gue gak suka. Kenapa ? Soalnya kalo ikut emak gue ke pasar, ada aja orang yang ngajak ngobrol. Perlahan mampir sebentar karena ada orang manggil. Belanjanya hanya 15 menit. Ngobrolnya 30 menit. Kebayangkan. Ngobrolnya juga bukan hal yang berfaedah, tapi malah ngegosip. Wkwk nggak kok.  Udah nyampe rumah. Cek belanjaan. Eh ada aja yang ketinggalan. Lupa dimasukinlah barangnya. ...

Apakah gue udah mandiri?

Di usia kepala dua ini, banyak yang menanyakan pertanyaan yang sama ke gue yaitu, "Lagi sibuk apa sekarang? Kuliah atau kerja?". Jawaban guepun sama, "Dua-duanya". Tanggapan mereka juga sama, "Wah udah mandiri ya".  Sampe akhirnya gue bertanya-tanya sama diri gue sendiri, "Apakah sebenarnya gue udah mandiri?". Jawabannya udah dan belum. Why?  UDAH Yang dimaksud mandiri disini adalah gue udah bebas secara finansial dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Bebas finansial bukan berarti gue udah punya dana pensiun gengz. Tapi gue udah tidak bergantung minta duit sama ortu buat beli ini beli itu. Gue bebas mau beli apa yang gue mau tanpa mikir di kasih gak ya sama ortu gue. Kasarnya gitu. Justru sekarang berbalik arah, gue yang harus kasih ke ortu walaupun nominalnya gak seberapa. Ngasih jajan ke adek gue, yang ujung-ujungnya bikin gue kesel gara-gara uangnya dipake buat beli baju branded yang ampe numpuk kagak kepake. Gatau si, ...

Akhirnya...

"Ma, pake kerudung dong. Masa kemana-kemana gak pake kerudung. Masa aku doang yang pake kerudung" Ucapan itu yang aku lontarkan pada mamaku. Saat itu aku masih duduk di bangku MTs. MTs itu sederajat dengan SMP tapi bedanya, kami belajar agama lebih dalam. Sejak duduk di bangku MTs, aku mulai menutupi rambutku dengan kain dan jarum pentul sebagai pengikat. Walaupun terkadang aku masih setengah-setengah memakainya. Ucapan itu aku lontarkan hingga 3 kali ke mamaku dengan batas waktu yang berbeda. Biasanya orang akan menilai; masa anaknya pake kerudung tapi ibunya ngga. Itu sebabnya aku mengatakan itu ke mamaku. Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah mama ku sudah mulai memakai kerudung. Perlahan mama mulai membeli kerudung langsung atau bergo sedikit demi sedikit. Kalo waktu dulu, kita punya bergo karena dikasih orang kampanye atau dikasih orang karena udah ga kepake. Alhamdulillah, sekarang kalo keluar rumah dengannya, a...

Sedotan

Hari itu gue diajak lead  gue meeting dengan klien biasalah untuk membahas bisnis atau kerjaan. Sebelum meeting seperti biasa; gue mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibahas, dokumen apa saja yang disiapkan dan lain-lain.  To be honest , gue paling seneng kalo diajak meeting dengan klien. Apalagi kalo meeting diluar kantor soalnya ditraktir makan dan minum. Hehe maaf ya, pisss. Ok, semuanya sudah siap. Let's go ! "Virda, jangan lupa bawa sedotan ya", ucap lead  gue sambil berjalan dengan gue.  Mendengar ucapan lead  gue itu, gue diam dan berpikir sejenak mengenai kalimat tersebut. Fokus gue hanya ke benda yang disebutkan itu; sedotan. Berhubung mau meeting di tempat ngopi gitu, gue sempat berpikir dalam batin gue, "Emangnya disana gaada sedotan ya ?".  "Sedotan buat apaan Bu ?", tanya gue dengan muka polos dan ketidaktauan gue. Lebih baik bertanya daripada gue kebingungan eh tersesat.  "Fungsi sedotan itukan untuk nyedot atau...

Be Careful but Don't Negative Thinking

Rabu, 26 September 2018 Looking for a driver.  "Wah drivernya dokter nih!" Ucapan tersebut keluar dari mulut gue saat melihat nama driver gojek yaitu "Dr Yxx Muxxx S Ked". Awalnya gue kurang percaya jika driver gue adalah dokter. 1 banding 10. Bahkan gak ada sama sekali. But i found it. Titik pick-up gue adalah di halte. Style beliau keren dengan sepatu boat dan jaket kulit. Berasa tahun 70-an hehe. Saat itu gue di suruh tunggu beberapa menit karena beliau sedang menunggu customer sepertinya go-send. Lumayan lama nunggunya, untungnya gue lagi gak buru-buru.  Di perjalanan gue coba-coba nanya sama drivernya. Ternyata beliau dokter umum disalah satu rumah sakit di Bekasi dan lulusan universitas di Surabaya (kalo gak salah, gue lupa hee). Kebetulan baru kelar shift kerja dan nyambi sebagai driver gojek. Ada alasan mengapa dia nyambi jadi driver. Saat sedang asik ngobrol-ngrobrol, tiba-tiba beliau nanyain ke gue;  "Mba, ada uang 20 ribu gak...

Body Shaming

Akhir-akhir ini lagi banyak banget bahas mengenai peraturan mengenai body shaming .  Body shaming itu sendiri adalah  “mencela atau menghina orang lain atau dirimu sendiri karena penampilan fisiknya” . Misalnya, mengejek orang lain karena dia gendut, mencela orang lain karena bentuk tubuhnya, mencibir seseorang karena warna kulitnya dan contoh-contoh lainnya.  Biasanya  body shaming  paling sering terjadi di media sosial yang populer yaitu instagram. Ada beberapa juga yang secara langsung atau  face to face body shaming nya.  Well , body shaming  memang meresahkan dan dapat berdampak pada mental seseorang.  Body shaming yang dilakukan melalui media sosial merupakan tindak pidana yang pelakunya dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ...