"Ma, pake kerudung dong. Masa kemana-kemana gak pake kerudung. Masa aku doang yang pake kerudung"
Ucapan itu yang aku lontarkan pada mamaku. Saat itu aku masih duduk di bangku MTs. MTs itu sederajat dengan SMP tapi bedanya, kami belajar agama lebih dalam.
Sejak duduk di bangku MTs, aku mulai menutupi rambutku dengan kain dan jarum pentul sebagai pengikat. Walaupun terkadang aku masih setengah-setengah memakainya.
Ucapan itu aku lontarkan hingga 3 kali ke mamaku dengan batas waktu yang berbeda.
Biasanya orang akan menilai; masa anaknya pake kerudung tapi ibunya ngga.
Itu sebabnya aku mengatakan itu ke mamaku.
Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah mama ku sudah mulai memakai kerudung. Perlahan mama mulai membeli kerudung langsung atau bergo sedikit demi sedikit. Kalo waktu dulu, kita punya bergo karena dikasih orang kampanye atau dikasih orang karena udah ga kepake.
Alhamdulillah, sekarang kalo keluar rumah dengannya, aku sudah ada temannya (memakai kerudung).
Aku juga punya adik perempuan, umur kita hanya beda 1,5 tahun. Aku sudah menasehatinya tetapi dia masih belum bisa. Sebagai seorang muslim, aku sudah mengingatkannya dalam hal kebaikan. Namun aku terus berdoa agar sesuatu saat nanti dia akan seperti aku dan mama.
Dan,
Beberapa hari yang lalu aku sedikit spechless saat melihat salah satu rekan kantor (umurnya sekitar 30-an) telah mengenakan kerudung dan menutup auratnya. Dalam hati berucap, "Alhamdulillah".
Awalnya aku mengira dia seorang non-muslim. Ternyata perkiraanku salah. Shalatnya rajin dan tepat waktu. Melihat hal itu, aku memang sudah punya feeling dalam hati bahwa suatu saat nanti dia akan berhijab (2018).
Ternyata benar. Tepat 2 Januari 2019 kemarin ketika masuk kantor setelah libur tahun baru, aku melihat dia mengenakan kerudung. Agak sedikit pangling. Bahkan aku sampai minta tolong rekan sebelahku, apakah aku salah liat orang ? :D
Comments
Post a Comment