April 2017. Ya ujian nasional tingkat SMA/K akan segera dimulai. Renungan dan motivasi banyak berdatangan dari guru-guru. Pertanyaan yang juga paling sering muncul ditelinga ketika mau lulus SMA/K "Mau kemana setelah lulus ?". Ya sampe bosan gue denger dan jawabnya.
Mungkin ada yang bekerja, kuliah atau mungkin keduanya. Well, semua itu tergantung dari diri sendiri dan masing-masing orang punya rencananya masing-masing dalam menentukan masa depan.
Jadi ingat ketika jaman gue dulu SMK dan sekalian berbagi pengalaman dan cerita juga.
Ketika gue duduk di SMK memang orang tua terutama nyokap nyuruh gua untuk tidak bekerja bahkan gue sendiri tidak diperbolehkan bekerja kecuali gue kerja dikantor. Katanya kasian. Hahaha entahlah namanya juga kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya gue nurutlah dengan apa yang mereka mau.
Alhamdulillah, ketika SMK gue selalu mendapat rank 3 besar. Akhirnya gue memutuskan gue mengikuti SNMPTN dan beberapa guru dan teman gue menyarankan untuk mengikuti SNMPTN dimana SNMPTN tersebut jalur masuk PTN melalui raport semester 1-5. Tiba saat pengumuman, gue dinyatakan tidak lulus. Sedih si ada tapi kalo berlarut dalam kesedihan juga gak bagus. Gue juga sadar saingan gue juga banyak dan kuota untuk anak SMK memang sedikit. Akhirnya ambil jalur lain.
SBMPTN, jalur kedua masuk PTN. Dimana SBMPTN ini test tertulis. Dan lagi-lagi gak lulus lagi. Gue gak nyerah dan tetap semangat karena ini bukan akhir dari segalanya. Akhirnya gue ikutan ujian mandiri UNJ. Ya memang dari awal ikut SNMPTN dan SBMPTN pilihan gue memang UNJ, Hihi. "Mau jadi guru ya ?" pertanyaan yang sering dilontarkan. Ujian mandiri gagal lagi. Oke, fine. Lanjut lagi ujian mandiri di Politeknik Negeri Jakarta. Gagal lagi. Oke deh, nangis sejadi-jadinya dan merenungkan segalanya. Pada saat itu, kedua orang tua gue sepertinya kecewa dan teman-teman gue juga beberapa yang sedikit tidak percaya kalo gue gak dapat PTN. But gue percaya Allah punya rencana lain.
"Everything will be okay in the end. If it's not okay, it's not the end"
Setelah semua jalur gue ikutin, gue sudah punya plan antara swasta atau menunda satu tahun kuliah. Untuk menunda kuliah satu tahun gue cari bahan belajar. Waktu itu gue liat zenius. Gue kenal itu sejak jaman SMK. Memang bagus si cuma kalo gue minta uang sama ortu gue untuk beli itu pasti mereka langsung nyuruh masuk swasta aja. Akhirnya gue gak berhenti disitu aja, gue mikir gimana caranya dapat gue membeli zenius itu untuk meraih PTN. Alhamdulillah, ada loker disalah satu kedai makanan gitu dan deket banget dari rumah. Yasudah gue izin kerja disitu dengan ortu gue, padahal mereka gak tau tujuan kerja disitu apa. Yup! Untuk beli zenius itu. Hehe. Akhirnya setelah bekerja satu bulan dan gajian gue beliin zenius itu seharga 450-an dan beli flashdisk baru. Hihi.
Rasanya capek banget kerja dikedai makanan itu ngelayanin konsumen dan buatkan menu makanan. Haduh. Beginilah rasanya cari uang xD. Akhirnya setelah gue sudah mendapatkan apa yang gue mau gue memutuskan untuk resign. Alasan kenapa gue resign juga bukan hanya itu tapi karena ada beberapa hal juga. Salah satunya minded karyawan disana yang kurang membawa gue untuk maju dan minded gue dengan mereka berbeda. Ok.
Gue belajar tiap hari melalui handphone.
Singkat cerita setelah gue belajar kurang lebih 2 mingguan dengan zenius itu, waktu itu ada teman bokap gue dan tetangga lama gue main kerumah. "Ada loker gak nih ? Virda buat sampingan aja lagi nganggur". Dijelaskan secara singkat pekerjaannya seperti apa dan gue mau. Sekarang beliau adalah Direktur Utama ditempat gue bekerja yaitu PT Hermes Solusi Integrasi. I'm so proud dan grateful.
Setelah menanti satu tahun untuk menunda kuliah. Gue memutuskan secara matang untuk kuliah dan bekerja. Alhamdulillah, ada hikmah dibalik semua itu. Pertama, gue tidak jadi membebankan orangtua untuk membayar UKT dan keperluan kuliah lainnya. Kedua, belajar untuk mengatur antara kuliah dan kerja. Ketiga, menata karir dan masa depan. Bersyukur juga karena banyak orang lain yang ingin diposisi gue.
Sekarang gue fokus bekerja dan kuliah untuk masa depan yang lebih baik. Hihi. Jangan lupa untuk menabung. Kadang suka iri juga dan masih sangat ingin masuk PTN. Tetap bersyukur.
Akhirnya zenius guepun tidak terpakai lagi.
Semua yang terjadi berkat usaha dan doa juga kepada Allah swt. Semua orang punya cara masing-masing untuk mengapai masa depan dan impian. Dan inilah salah satu cara gue untuk mencapai itu.
Inilah jawaban sesungguhnya dari judul ini. Semoga bermanfaat dan memancing semangat kalian! Terima kasih.
Comments
Post a Comment